Review 2 EVALUASI PERAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOPERASI SWADHARMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MATURITY LEVEL PADA KERANGKA KERJA COBIT PADA DOMAIN PLAN AND ORGANISE

REVIEW

EVALUASI PERAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOPERASI SWADHARMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MATURITY  LEVEL PADA KERANGKA KERJA COBIT PADA DOMAIN PLAN AND ORGANISE

OLEH :

Rahmadini Darwas

                  II.            Metode Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

 

  1. Kuesioner,  yaitu  dengan  cara  membagikan  kuesioner  kepada  masing-masing kepala unit pada Koperasi Swadharma sebanyak 20 responden

 

  1. Studi  Pustaka  yaitu  dengan  cara  mempelajari  literatur-literatur  yang  relevan dengan penelitian guna memperoleh gambaran teoritis mengenai pengevaluasian kebutuhan IT dengan metode maturity level pada kerangka kerja COBIT. Selain itu untuk  menunjang  kelengkapan  dan ketajaman  analisis,  diperlukan  sumber referensi  seperti  :  teksbook,  kuliah-kuliah,  perpustakaan,  internet  dan  media cetak lainnya.

 

Teknik Pengolahan Data

 

Pengolahan   data   ini   bertujuan   untuk   menentukan   posisi   maturity   model berdasarkan  pendekatan  COBIT  yang telah dicapai  perusahaan  pada saat ini. Dalam penelitian ini, digunakan penilaian yang dikemukakan oleh Pederiva (2003) untuk dapat mengukur maturity model dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Rentang  jawaban  dibagi  dalam  4 skala  yaitu : 1-2-3-4  dengan  nilai pemenuhan (compliance value) terhadap masing-masing skala yaitu 0 – 0.33 – 0.66 – 1 masing- masing  bobot  dari  nilai  pemenuhan  tersebut  menunjukkan  tingkat  persetujuan terhadap satu pernyataan.
    1. Setiap angka pada maturity level compliance  value [C] kemudian  dibagi dengan total  keseluruhan   perolehan   maturity  level  compliance   value,  sehingga   akan diperoleh normalized maturity level compliance value
    2. Setiap maturity level [M] kemudian dikalikan denga normalized maturity level compliance  value dari masing-masing  maturity level [D] sehingga nantinya akan diperoleh nilai kontribusi untuk setiap maturity level

 

Metode Analisis

 

Analisa  data  dilakukan  dengan  menggunakan  teknik  statistic  deskriptif  dimana data-data  akan ditransformasikan  sebelumnya  kedalam  bentuk  tabulasi  (memasukkan data-data  kedalam  tabel  dan  mengatur  angka-angka  sehingga  dapat  dihitung  jumlah kasus dalam beberapa kategori) untuk menghasilkan suatu penilaian dan kemudian diinterpretasikan.  Penilaian  yang  dilakukan  akan  menganalisa  proses  dalam  domain Plan and Organise.  Hasil  perhitungan  dari masing-masing  proses  secara keseluruhan akan dimasukkan kedalam maturity level.

 

Hasil dan Pemahasan

 

Dari  hasil  pengolahan  data  diatas,  rata-rata  maturity  level  yang  telah  dicapai Koperasi Swadharma adalah 2,86, angka ini menunjukkan tingkat maturity level pada Koperasi Swadharma  telah berada pada posisi standar internasional  yang di tetapkan yaitu pada angka 2,5 (Guldentops et al, (2000,p100)).

  1. PO1 (Define a Strategic IT Plan)

Dari  hasil  perhitungan  yang  telah  dijabarkan  diatas  dalam  menetapkan  rencana strategis IT memperoleh nilai maturity level sebesar 2,81. Angka tersebut menunjukkan maturity  level  pada  proses  ini  mencapai  tingkat  3  yaitu  defined  process.  Dalam mengatur dan mengarahkan semua sumber daya IT Koperasi Swadharma dalam hal ini sudah sesuai dengan business strategy dan prioritas yang ada, dimana prosedur-prosedur dalam perusahaan telah distandarisasi dan didokumentasikan serta dikomunikasikan melalui pelatihan, tetapi implementasinya masih bergantung pada individu apakah mau mengikuti prosedur tersebut atau tidak.

 

  1. PO2 (Define the Information Architecture)

Dalam menetapkan arsitektur sistem informasi memperoleh nilai maturity level sebesar  3,00.  Angka  tersebut  menunjukkan  maturity  level  pada  proses  ini mencapai tingkat 3 yaitu defined process. Fungsi dari sistem informasi pada Koperasi Swadharma sudah  didefinisikan  dengan  baik hal ini ditunjang  dengan  kebutuhan  akan informasi arsitektur telah dipahami dan diterima oleh pihak-pihak dalam Koperasi Swadharma.

 

  1. PO3 (Determine Technology Direction)

Dalam menetapkan  arah teknologi  memperoleh  nilai maturity lebel sebesar  2,96. Angka tersebut menunjukkan maturity level proses ini mencapai tingkat 3 yaitu defined process. Teknologi yang digunakan pada Koperasi Swadharma sudah mulai mendukung bisnis yang berjalan, hanya saja dalam menentukan teknologi yang digunakan tersebut belum  ada  rancangan   yang  jelas  tentang   teknologi   yang  diperlukan   dan  masih bergantung  pada  individu  sehingga  kurang  memberikan  respon  terhadap  perubahan yang terjadi dalam persaingan yang ada.

 

  1. PO4 (Define the IT Processes, Organitation, and Relationship)

Dalam  menetapkan  proses  IT,  organisasi,  dan  hubungannya  memperoleh  nilai maturity lebel sebesar 2,84. Angka tersebut menunjukkan maturity level proses ini mencapai   tingkat   3   yaitu   defined   process.   Koperasi   Swadharma   sudah   mulai menentukan proses-proses IT, organisasi dan hubungannya hal ini terlihat dari peraturan dan tanggung jawab IT ditetapkan secara resmi untuk bagian IT perusahaan. Dalam hal keamanan   informasi   dan   data   pihak   manajemen   Koperasi   Swadharma   belum menentukan kebijakan dan procedure administrative. Dalam pengambilan keputusan proses-proses yang berhubungan pihak IT sudah mulai dilibatkan untuk menjamin ketepatan waktu.

 

  1. PO5 (Manage the IT Investment)

Dalam mengatur investasi IT memperoleh nilai maturity lebel sebesar 2,81. Angka tersebut  menunjukkan  maturity  level  proses  ini  mencapai  tingkat  3  yaitu  defined process. Pada Koperasi Swadharma kebijakan dan proses IT Investment sudah di komunikasikan   dan   didokumentasikan   dengan   baik.   Hal   ini   menjamin   bahwa keberadaan IT memberi keuntungan dalam Koperasi Swadharma melalui pengoptimalan biaya dan memberikan nilai intrinsik dari IT.

 

  1. PO6 (Communicate Management Aims and direction)

Dalam mengkomunikasikan tujuan dan arah manajemen memperoleh nilai maturity lebel  sebesar  2,93.  Angka  tersebut  menunjukkan  maturity  level  proses  ini mencapai tingkat 3 yaitu defined process. Koperasi Swadharma telah menentukan serta mengkomunikasikan  kebijakan-kebijakan  yang dibuat dalam pengembangan IT, hanya saja   pengimplementasiannya    belum   dilaksanakan   secara   optimal   karena   masih bergantung pada individu.

 

  1. PO7 (Manage IT Human Resources)

Dalam mengelola  sumber daya manusia  memperoleh  nilai maturity  lebel sebesar 2,93. Angka tersebut menunjukkan maturity level proses ini mencapai tingkat 3 yaitu defined process. Salah satu yang dilakukan Koperasi Swadharma dalam hal memotivasi karyawan  adalah pihak manajemen  telah merancang  dan menetapkan  program  rotasi karyawan yang bertujuan untuk mengembangkan teknik dan keterampilan management bisnis.  Selain  itu,  adanya  training  resmi  untuk  personil  dan  hal  ini  juga  masih bergantung pada individunya apakah mau menjalankan training tersebut atau tidak.

 

  1. PO8 (Manage Quality)

Dalam  mengatur  kualitas  memperoleh  nilai  maturity  lebel  sebesar  2,66.  Angka tersebut  menunjukkan  maturity  level  proses  ini  mencapai  tingkat  3  yaitu  defined process. Pihak manajemen pada Koperasi Swadharma sudah memberikan kebijakan dan procedure dalam hal membantu perencanaan  implementasi  dan pemeliharaan  kualitas sistem  manajemen  tetapi  belum  diimplementasikan  dengan  baik  sehingga  pihak  IT belum melakukan improvement secara optimal dan belum dapat mengirimkan nilainya kepada bisnis.

 

  1. PO9 (Asses and Manage IT Risks)

Dalam menilai  dan mengatur  resiko IT memperoleh  nilai maturity  lebel sebesar 2,67. Angka tersebut menunjukkan maturity level proses ini mencapai tingkat 3 yaitu defined  process.  Koperasi  Swadharma  sudah  memiliki  kesadaran  akan kemungkinan resiko yang timbul dan pihak manajemen  sudah mulai menanamkan  tanggung jawab manajemen resiko dalam Koperasi Swadharma.

 

  1. PO10 (Manage Projects)

Dalam  mengatur  proyek  memperoleh  nilai  maturity  lebel  sebesar  3,01.  Angka tersebut  menunjukkan  maturity  level  proses  ini  mencapai  tingkat  3  yaitu  defined process. Dalam mengatur suatu proyek, pihak manajemen Koperasi Swadharma  sudah menetapkan  manajemen  proyek untuk seluruh manajemen  IT projects. Dalam hal ini seluruh personil IT juga terlibat dalam manajemen proyek. Belum adanya personil yang khusus untuk menangani project mengingat sangat minimnya personil IT yang ada di Koperasi Swadharma.

 

Perbandingan Target Koperasi Swadharma dengan Analisa Data

Tabel berikut menjelaskan mengenai perbandingan perolehan maturity level  yang diperoleh perusahaan saat ini dengan target yang ditetapkan oleh Koperasi Swadharma. Selain itu pada gambar berikut menggambarkan  posisi pengelolaan  IT pada Koperasi Swadharma dalam maturity level value.

tabel plan and organise

perbandingan kondisi marturity level

 

Menurut Guldentops (2000), standar yang ditetapkan secara internasional adalah 2,5. Dengan demikian posisi Koperasi Swadharma dapat dikatakan berada diatas standar internasional dengan angka 2,86. Akan tetapi masih terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya mencapai target yang diinginkan berdasarkan target pemenuhan yang diharapkan yaitu 4,00. Hal ini menyebabkan munculnya gap sebesar 1,14.

 

 

 

Nama                    : Ari Sulistyawati

NPM                      : 21211084

Kelas                     : 2EB09

Tahun                   : 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: