Review 1 UKURAN DAYA SAING KOPERASI DAN UKM

REVIEW

UKURAN DAYA SAING KOPERASI DAN UKM

OLEH :

Tulus Tambunan

Abstraksi

Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel atau indikator-indikator yang tepat untuk digunakan sebagai pengukur daya saing UKM dan Koperasi di Indonesia. Beberapa hasil penting dari tulisan ini adalah sebagai berikut. Pertama, daya saing sebuah perusahaan tercerminkan dari daya saing dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Sedangkan, daya saing dari perusahaan tersebut ditentukan oleh banyak faktor, tujuh diantaranya yang sangat penting adalah: keahlian atau tingkat pendidikan pekerja, keahlian pengusaha, ketersediaan modal, sistem organisasi dan manajemen yang baik (sesuai kebutuhan bisnis), ketersediaan teknologi, ketersediaan informasi, dan ketersediaan input-input lainnya seperti enerji, bahan baku, dll. Kedua, indikator-indikator utama daya saing produk adalah antara lain pangsa ekspor, pangsa pasar luar negeri dan dalam negeri, nilai/harga produk, dan kepuasan consumen; sedangkan indikator-indikator utama daya saing perusahaan adalah antara lain, profit, sumber daya manusia (SDM), pengeluaran R&D, dan jenis teknologi yang digunakan. Ketiga, pendorong utama daya saing perusahaan adalah SDM  (pekerja dan pengusaha), dan prasyarat utama untuk meningkatan daya saing perusahaan adalah pendidikan, modal, teknologi, informasi, dan input krusial lainnya. Tulisan ini merekomendasikan dua hal utama. Pertama, bantuan yang diberikan pemerintah selama ini harus berubah orientasinya dan sepenuhnya tertuju pada upaya peningkatan kemampuan teknologi produksi, manajemen dan pemasaran dengan fokus utama pada capacity building dengan inovasi sebagai motor penggerak utama. .Kedua, pendekatan strategi untuk mendukung kebijakan tersebut adalah clustering. Agar pendekatan ini berhasil, dua prasyarat harus terpenuhi, yakni: (1) kerjasama antar sesama UKM di dalam klaster harus kuat dalam produksi, pengadaan bahan baku, pemasaran, inovasi, dll., dan (2) klaster tersebut harus memiliki jaringan kerja sama yang kuat dengan semua stakeholders.

Pendahuluan

        I.            Latar Belakang

Dari perspektif dunia, sudah diakui bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) memainkan suatu peran yang sangat  vital  di  dalam  pembangunan  dan  pertumbuhan  ekonomi,  tidak  hanya  di  negara-negara  sedang berkembang (NSB) tetapi juga di negara-negara maju (NM). Di NM, UKM sangat penting tidak saja karena kelompok usaha tersebut menyerap paling banyak tenaga kerja tetapi juga di banyak negara kontribusinya terhadap pembentukan atau pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) paling besar dibandingkan kontribusi dari usaha besar (UB). Di dalam disertasinya Piper (1997), misalnya, dikatakan bahwa sebanyak 12 juta orang atau sekitar 63,2 persen dari jumlah tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) bekerja di 350.000 perusahaan yang mengerjakan kurang dari 500 orang, yang di negara tersebut dianggap sebagai UKM. Menurut Aharoni (1994), jumlah UKM sedikit di atas 99% dari jumlah unit usaha di negara adidaya tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan inti dari basis industri di AS (Piper, 1997). UKM juga sangat penting di banyak negara di Eropa, khususnya Eropa Barat. Di Belanda, misalnya, jumlah UKM sekitar 95% dari jumlah perusahaan di negara kicir angin tersebut (Bijmolt dan Zwart, 1994). Seperti di AS, juga di negara-negara industri maju lainnya yang tergabung dalam OECD seperti Jepang, Jerman, Perancis dan Kanada, UKM merupakan motor penting dari pertumbuhan ekonomi dan progres teknologi (Thornburg, 1993).

Di NSB di Asia, Afrika dan Amerika Latin, UKM juga berperan sangat penting, khususnya dari perspektif kesempatan kerja dan sumber pendapatan bagi kelompok miskin, distribusi pendapatan dan pengurangan kemiskinan, dan pembangunan ekonomi perdesaan.2 Namun, dilihat dari sumbangannya terhadap pembentukan PDB dan ekspor non-migas, khususnya produk-produk manufaktur, peran UKM di NSB masih relatif rendah, dan ini sebenarnya perbedaan yang menyolot dengan UKM di NM. Pertanyaannya: kenapa bisa demikian. Salah satu fakta dari cukup banyak studi-studi empiris hingga saat ini3 yang mungkin bisa menjawabnya adalah rendahnya tingkat produktivitas4 di UKM di NSB dibandingkan rekannya di NM. Jadi, sumber terbesar dari sumbangan output UKM terhadap pembentukan PDB di NSB bukan produktivitas yang tinggi melainkan jumlah unit usahanya yang memang jauh lebih banyak daripada jumlah unit usaha dari kelompok UB.

Fakta kedua, yang juga diberikan oleh sejumlah studi literatur,5 adalah daya saing UKM yang rendah, sehingga kelompok usaha tersebut mengalami kesulitan dalam meningkatkan outputnya karena kalah bersaing, baik dengan produk-produk serupa yang dbuat oleh UB di dalam negeri maupun dengan barang-barang impor. Dan, tingkat daya saing sangat dipengaruhi, selain oleh banyak faktor lainnya, juga oleh tingkat produktivitas.

Sedangkan dalam kasus koperasi, karena hingga saat ini belum banyak literatur yang ada mengenai kinerja koperasi di NSB, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tidak hanya studi-studi empiris sangat terbatas tetapi data sekunder mengenai sumbangan koperasi terhadap pembentukan PDB juga tidak tersedia. Hal ini membuat evaluasi yang komprehensif terhadap kinerja koperasi di dalam perekonomian nasional sangat sulit. Namun demikian, dari sekian banyak tulisan di media masa, ada satu gambaran yang jelas bahwa kinerja koperasi di Indonesia selama ini memang relatif buruk.6 Di sisi lain, cukup banyak literatur mengenai kinerja koperasi di NM, khususnya di AS dan sejumlah negara di Eropa yang semuanya menunjukkan kinerjanya sangat bagus. Bahkan banyak koperasi di misalnya AS yang memiliki omset sangat besar dan merupakan pesaing besar terhadap perusahaan non-koperasi.

II.            Tujuan dan Ruang Lingkup

Jadi, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lemahnya kinerja UKM dan koperasi di NSB pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya adalah karena daya saing dari kedua kelompok usaha tersebut relatif rendah dibandingkan UB. Sedangkan alam era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini dan di masa depan daya saing menjadi sesuatu yang sangat penting. Tanpa daya saing yang baik, tidak mustahil bahwa UKM maupun koperasi di Indonesia suatu saat akan lenyap.

Dengan alasan ini, maka kebijakan promosi UKM di banyak negara, baik kebijakan nasional maupun kebijakan dari lembaga-lembaga donor seperti Bank Dunia (atau Bank Pembangunan Asia untuk wilayah Asia) dan UNDP, dalam beberapa tahun belakangan ini semakin fokus pada peningkatan daya saing. Bahkan di APEC, kelompok kerja khusus UKM saat ini punya banyak program untuk membantu upaya UKM di negara- negara anggota untuk meningkatkan daya saing mereka, terutama di bidang-bidang seperti pengembangan sumber daya manusia (SDM), perluasan akses ke keuangan dan informasi, dan pengembangan teknologi.

Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel atau indikator-indikator yang tepat untuk digunakan sebagai pengukur daya saing UKM dan Koperasi di Indonesia. Berdasarkan tujuan tersebut, maka ruang lingkup dari tulisan ini adalah sebagai berikut:

1)      identifikasi karakteristik koperasi dan UKM yang berdaya saing yang diinginkan;

2)      identifikasi ukuran-ukuran daya saing bagi koperasi dan UKM;

3)      3) prasyarat   dan   strategi   pencapaian   tingkat   daya   saing   koperasi   dan   UKM   yang   diinginkan,   terutama pengorganisasian, implikasi kebijakan, dan rencana aksinya; dan

4)      pola penyesuaian daya saing koperasi dan UKM yang berkelanjutan dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Nama                    : Ari Sulistyawati

NPM                      : 21211084

Kelas                     : 2EB09

Tahun                   : 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: