Review 1 KERJASAMA BANK, KOPERASI DAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) MENDUKUNG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

REVIEW

KERJASAMA BANK, KOPERASI  DAN LEMBAGA KEUANGAN  MIKRO (LKM)  MENDUKUNG  PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

OLEH :

Riana Panggabean*

Abstraksi

Kerjasama  bank, koperasi  dan LKM   mendukung  pemberdayaan  UMKM telah dilaksanakan oleh ketiga lembaga tersebut di beberapa tempat di Indonesia. Namun kerjasama tersebut belum terkoordinir secara baik dan belum dilaksanakan secara berkesinambungan. Sebagian besar lembaga-lembaga keuangan formal tersebut  melaksanakan  pelayanan  kredit  kepada  UMKM  secara  sendiri-sendiri. Pola  kerjasama   yang  dikembangkan   antara  bank,  koperasi   dan  LKM  pada umumnya  adalah  pola  executing  dan  chanelling.  Kerjasama  ketiga  lembaga  ini sangat diperlukan untuk mendukung pemberdayaan  UMKM, yang sebagian besar (92% dari jumlah total unit bisnis UMKM), belum disentuh oleh bank. Untuk tujuan tersebut yang diperlukan adalah : (1) adanya peta dimana koperasi dan LKM mengadakan  kegiatan  pemberdayaan   UMKM;  (2)  adanya     informasi  tentang dimana   UMKM   belum   mendapat   pelayanan   permodalan;   (3)   adanya   suatu sosialisasi   dari   pemerintah   kepada   bank,   koperasi   dan   LKM   anggota   dan masyarakat  yang  akan  dilayani,  untuk  melaksanakan  kerjasama  ini; (4) adanya koordinasi baik di tingkat kabupaten/kodya, propinsi dan pusat dalam pelaksanaan kerjasama ini serta; (5) adanya komitmen secara nasional dari pemerintah untuk melaksanakan kerjasama ini secara berkesinambungan.

Bank, koperasi, lembaga keuangan, kerjasama  koordinasi, komitmen dan kesinambungan

 

Pendahuluan

        I.            Latar Belakang

 

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Gunawan 2007, mempunyai ciri utama: (1) pada umumnya dalam berusaha  tidak memisahkan  kedudukan  pemilik  dengan  manajerial;  (2) menggunakan tenaga  kerja sendiri; (3) unbankable  mengandalkan  modal sendiri,  (4) sebagian  tidak  berbadan  hukum  dan  memiliki  tingkat  kewirausahaan yang relatif  rendah.  Kriteria  lain menurut  Bank Indonesia  adalah:  (1) kepemilikan  oleh individu  atau keluarga;  (2) memanfaatkan  teknologi sederhana dan padat karya; (3) rata-rata tingkat pendidikan dan keterampilan tergolong rendah; (4) sebagian tidak terdaftar secara resmi dan atau belum berbadan hukum serta;  (5) tidak membayar pajak.

 

Jumlah  UMKM  yang  mempunyai  ciri  seperti  disebut  di  atas cukup banyak sebesar 98% dari jumlah total 48,9 juta unit. Dari aspek sektor   usaha   sebagian   besar   UMKM   bergerak   disektor   pertanian, bangunan, perdagangan, hotel, restoran dan pengangkutan. Walaupun UMKM merupakan kelompok usaha yang dinilai marjinal, tetapi kontribusinya  terhadap  PDB  relatif  besar.  Pada  tahun  2003  sampai dengan  tahun  2004,  konstribusi  UMKM  terhadap  golongan     usaha adalah: a) usaha kecil memberikan  sumbangan  sebesar 38,8% dan; b) usaha menengah  sebesar 17,6% dan dalam perkembangannya  UMKM mengahadapi kendala atau keterbatasan seperti (1) akses pengembangan pasar, (2) akses terhadap sumber modal dan pembiayaan usaha serta, (3) akses terhadap informasi teknologi dan kelembagaan.

 

Kondisi diatas memperkuat UMKM perlu diberdayakan, fakta emperis menyebutkan bahwa peran UMKM sangat potensial karena:  (1) Jumlahnya  sangat  besar  sebanyak  48,93  juta  atau  99,9%  dari  total jumlah unit usaha nasional. Dari jumlah ini sebanyak 98% adalah usaha mikro. (2) Mempunyai potensi berkembang cepat karena mengandalkan sumberdaya lokal, serta tidak memerlukan modal besar tetapi memiliki time  lag  yang  cepat  serta  marjin  usaha  yang  relatif  besar.  (3)  Oleh karena bersifat labour intensif, maka memiliki peluang yang cukup besar untuk mampu menekan jumlah pengangguran.

 

Dari berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan atau pemberdayaan UMKM masalah kesulitan akses terhadap permodalan merupakan salah satu masalah yang selama lebih dari tiga puluh tahun belum dapat dipecahkan. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satu solusi   yang  dapat   dilakukan   adalah   membangun   kerjasama   antara kalangan perbankan dengan koperasi dan lembaga-lembaga keuangan mikro.  Berbagai  upaya telah dilaksanakan  oleh ketiga  lembaga  sesuai dengan payung hukum masing-masing unsur (kecuali LKM belum jelas pedomannya sampai saat ini). Namun demikian keberhasilannya belum terlihat  nyata. Oleh sebab itu sampai  sekarang ini banyak pihak yang masih  mempertanyakan:   a)  Sejauhmana  hubungan  kerjasama  antara Bank, Koperasi dan LKM tersebut telah   terlaksana  dilapang. Banyak indikasi  menunjukkan  bahwa  masing-masing  lembaga  melaksanakan sesuai dengan payung hukum yang dimiliki. b) Apakah ada solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut. c) Apakah dengan solusi tersebut  dapat dibangun suatu strategi  dan pola hubungan  yang kondusif dari ketiga unsur dimaksud. Sinergi ini sangat diperlukan untuk mendukung proses pemberdayaan UMKM

 

II.            Tujuan Manfaat Tulisan

 

Sesuai  dengan  masalah  yang  dihadapi  maka  tulisan  ini adalah bertujuan  untuk; (1) mengkaji  sejauhmana  hubungan  kerjasama  antara bank,  koperasi  dan  Lembaga  Keuangan  Mikro  mendukung pemberdayaan  UMKM telah dapat dilaksanakan  serta; (2) Menyajikan solusi strategi membangun hubungan ketiga lembaga tersebut dalam mendukung  pemberdayaan  UMKM  dari  aspek  permodalannya. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari hasil kajian pustaka ini adalah sebagai  bahan masukan  bagi para pengambil  keputusan  dalam rangka pemberdayakan KUKM.

 

 

III.             Metode Penulisan

 

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini: (1) Mengumpulkan  data sekunder dan primer dari media cetak dan media elektronik;  (2) Melakukan  identifikasi  kebijakan-kebijakan  yang berkaitan   dengan   upaya   membangun   kerjasama   antara   perbankan, koperasi   dan   LKM   dalam   rangka   memperkuat   basis   permodalan UMKM;  (3) Metoda  analisis yang digunakan  adalah analisis  diskripsi kualitatif  yang  didukung  oleh  pendapat  para  ahli  dan  praktisi  yang berkaitan dengan pemberdayaan  koperasi dan UMKM.

 

 

Nama                    : Ari Sulistyawati

NPM                      : 21211084

Kelas                     : 2EB09

Tahun                   : 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: